SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 3 episode 993 “VIDYUT SANG SELEBRITI” by. Sally Diandra | Sinopsis Mohabattein Antv

SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 3 episode 993 “VIDYUT SANG SELEBRITI” by. Sally Diandra

Loading...
SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 3 episode 993 “VIDYUT SANG SELEBRITI” by. Sally Diandra Aaliya sedang berfikir tentang siapa yang telah mengirimkan bunga untuk Simmi, saat itu Aaliya melihat ada masakan gosong, Aaliya merasa heran “Kemana perhatian ibu Shagun akhir akhir ini ? Dia juga memarahi Pihu” bathin Aaliya heran sambil membuang masakan gosong itu dan membersihkan dapur yang berantakan, kemudian Aaliya memesan makanan dari restauran, saat itu Shagun melihatnya dan kaget ketika melihat masakan buatannya dibuang di tong sampah “Aaliya, kenapa kamu membuang masakanku ?”, “Masakannya gosong !” sahut Aaliya 

“Kamu ini telah membuang buang makanan ! Apa kamu tidak bisa makan masakan gosong untuk satu hari saja ? Kenapa kamu membuang buang uang begitu saja ?” Shagun mulai mengomel “Jangan katakan padaku bagaimana caranya menggunakan uang ayahku !” Aaliya dan Shagun mulai saling bertengkar satu sama lain dan Shagun meminta Aaliya untuk tidak mencampuri urusan pribadinya, Aaliya segera pergi meninggalkan Shagun “Yaa begitu ! Pergilah sana ! Dan telfon saja Adi, kamu bisa mengeluh padanya tentang aku !” bentak Shagun, 

Tak lama kemudian Ishita mampir ke rumah Aaliya “Nah kamu lagi ! Kenapa kamu datang lagi kesini ? Mani dan Aaliya tidak ada dirumah !”, “Aku datang kesini untuk bicara tentang Pihu denganmu, aku tahu apapun yang akan aku katakan ini, pasti tidak akan ada artinya buat kamu, tapi Pihu itu masih sangat muda, kenapa kamu melakukan hal ini padanya ? Dia sangat menyayangi kamu, kenapa kamu bilang padanya kalau kamu tidak mau lagi bertemu dengannya, Pihu sangat ketakutan dan berfikir kalau semua orang akan pergi meninggalkannya” Shagun hanya terdiam dengan perasaan kesal 

“Aku tahu kalau kamu merasa kesal, tapi ini hanya antara kita berdua saja, kenapa kamu bawa bawa Pihu dalam masalah ini ? Dia pantas untuk disayangi, jangan lukai perasaannya”, “Apa ceramahmu sudah selesai ? Aku tahu kemana aku harus pergi, rumahku ini bukan sebuah taman, lain kali minta ijin dulu sebelum kamu datang kesini, sekarang pergilah “ sahut Shagun ketus 

“Baiklah, aku akan pergi, tapi aku tidak berharap semua orang akan sayang padamu, seseorang yang menyayangi kamu, malah kamu jauhkan mereka, aku mohon ,,, berubahlah, Shagun ,,, kalau tidak anak anakmu tidak akan datang menemuimu” Ishita segera angkat kaki dari sana, Shagun lalu bergumam pada dirinya sendiri “Iyaaa, kamu memang telah melakukan sihir pada semua orang, Ishita” gumam Shagun dengan perasaan marah Mihika sedang sibuk dengan telfonnya “Iyaa, Romi sedang membeli ice cream, kami akan segera pulang kerumah” 

Saat itu Mihika melihat Romi sedang bersama beberapa gadis “Ooh rupanya dia sedang sibuk disini ? Siapa gadis itu ?” Mihika merasa kesal dan langsung memanggil Romi dengan keras, gadis itupun pergi meninggalkan Romi, sedangkan Romi bergegas menghampiri Mihika “Siapa dia ? teman kuliahmu ?”, Aku tidak kenal” Mihika heran “Apa ? Kamu tidak kenal dia ? Tadi kamu kan tertawa dan asyik ngobrol sama dia, aneh ? Aku tahu kalau dia itu seorang gadis, makanya kamu ngobrol sama dia !” Mihika benar benar kesal dengan sikap Romi 

“Dengarkan aku dulu, berikan aku kesempatan untuk bicara, dia itu hanya bertanya soal alamat rumah”, “Baiklah, tapi kenapa kamu pegang pegang dia ?” tanya Mihika lagi “Aku nggak pegang pegang dia” Romi berusaha mengelak “Jangan bohong ! Kalau aku bertanya tentang alamat sama seorang pria dengan cara seperti itu, maka ,,,”, “Apa kamu sudah gila ? Lebih baik kamu tidak usah nonton serial TV saja !” Romi dan Mihika malah bertengkar satu sama lain “Ya sudah sana belikan saja gadis itu ice cream !” Mihika benar benar kesal dengan sikap Romi yang tidak berubah 

Adi sedang ngobrol dengan beberapa anak buahnya “Kami hanya bisa menerima transfer uang atau cek”, “Ini bukan uang ilegal, ini uang yang sah, aku punya tagihannya, aku akan bilang sama kepalanya” sahut Adi “Kamu harus bilang sama aku dulu dan tidak bisa mengambil uang dalam jumlah besar seperti ini, bilang sama tuan Mihir atau tuan Raman dulu”, “Jangan, ayah tidak boleh tahu tentang hal ini” saat itu Aaliya menelfon Adi “Adi, apa kita bisa ketemu ? Aku tadi habis bertengkar sama ibu Shagun” Adi lalu meminta pria tadi untuk menyelesaikan masalahnya karena dia sedang sibuk menelfon dengan Aaliya, orang itu lalu menaruh uang tersebut di brankas dan menunggu Adi, 

Adi sedang menghibur Aaliya, orang itu kemudian berlalu dari sana, Aaliya meminta Adi untuk datang ke cafe yang dekat kantor Adi “Baiklah, aku akan kesana” ujar Adi sambil melihat orang itu sudah pergi “Oh iya aku lupa apa yang harus aku lakukan ? Aku harus menyelesaikan masalah ini, kalau ayah tahu hal ini, dia pasti tidak akan membiarkan aku” gumam Adi cemas 

Raman memperhatikan Ishita yang sedang merasa gelisah “Ishita, ada masalah apa ?”, “Tidak ada apa apa” sahut Ishita, saat itu Pihu datang dan mengucapkan terima kasih pada Ishita karena telah mendandani rambutnya dengan sangat baik, Pihu sangat senang, Pihu dan Ishita tersenyum bersama, Pihu lalu menceritakan tentang apa yang terjadi di pesta ke Ishita, Raman tersenyum melihat kebersamaan mereka berdua, Pihu lalu mencium Ishita dan berlalu dari sana “Tidak ada seorangpun yang memberikan ciuman untukku”, “Aku akan memanggil Pihu lagi” sahut Ishita 

“Kenapa harus Pihu ? Kamu kan bisa menciumku”, “Aku ada pekerjaan, saat ini belum tepat waktunya untuk bermesraan” Ishita mencoba mengelak “Aku tidak peduli, aku akan merasa kesal, aku mencintai istriku, bukan tetanggaku, aku akan merasa damai bila bersamamu”, “Raman, kita ini sudah bersama, seharusnya kita berterima kasih pada Vidyut” ujar Ishita “Baiklah, kebetulan dia pulang ke India, kamu bisa mengucapkan terima kasih padanya”, “Apa ?” Ishita kaget 

“Dia datang ke Delhi, ada pekerjaan disini, aku sudah mengundangnya untuk makan malam dengan kita”, “Seharusnya kamu bilang dulu sama aku, aku akan membuat masakan untuknya” sahut Ishita bersemangat “Tidak usah berlebihan seperti itu, aku sudah bilang sama Neelu, dia akan memasak makanan favouritenya Vidyut”, “Aku akan memberitahu yang lainnya” ujar Ishita senang “Aku yakin ayah pasti akan merasa tenang kali ini” saat itu mereka mendengar Romi dan Mihika sedang bertengkar, Ishita dan Raman segera keluar “Ada apa ini ?” tanya Simmi, 

Mihika langsung mengeluh soal Romi “Mihika, jangan selalu menyalahkan aku !” saat itu Aaliya juga datang kesana dan mengeluh soal Adi yang telah membuatnya menunggu di cafe sampai sekarang “Adi itu memang mirip seperti Romi” sahut Mihika, Adi datang dan meminta Aaliya untuk tutup mulut karena dia sendiri kehilangan pekerjaannya, 

Raman dan Ishita lalu bertanya “Memangnya ada apa ? Kenapa kalian saling bertengkar ?” Mihika, Romi, Adi dan Aaliya saling bertengkar satu sama lain, semua orang menatap kearah mereka, saat itu Vidyut datang kerumah mereka dan melihat mereka bertengkar, Raman dan Ishita melihat kedatangan Vidyut, Raman langsung menghentikan pertengkaran mereka, akhirnya mereka pun diam 

“Vidyut Sahay sudah datang, diam semua sekarang !” ujar Raman, mereka semua lalu melihat Vidyut, Vidyut menyapa semua orang, Raman menyambutnya “Dia sangat tampan”, “Tidak jelek” Mihika menimpali ucapan Simmi, seluruh perempuan yang ada disana tersenyum senang “Aku rasa aku telah datang di waktu yang tidak tepat, aku akan datang besok saja”, “Ini hanya pertengkaran kecil saja, ini terjadi setiap hari, ayoo masuklah” pinta Raman 

“Aku membawa bunga”, “Masuklah dan temui Ishita” sahut Raman lagi, para perempuan itu langsung berlari masuk ke dalam untuk bersiap siap menyambut Vidyut, tuan Bhalla menemui Vidyut, Shravan juga ikut bergabung bersama mereka sambil mendorong dorong mereka “Maafkan kami, kami baru saja melaporkan ke departemen kehutanan, mereka akan datang untuk mengambil anak ini” Raman mencoba bergurau sambil berfikir kemana perginya para perempuan itu ? 

Shravan lalu memberitahu Ananya dan Pihu kalau ayahnya telah membeli speaker baru untuknya “Kenapa kamu sangat bersemangat sekali dengan benda ini ?”, “Kamu bisa mengoperasikannya dengan ponsel, kamu bisa mendengar lagu lagu bahkan percakapan” Ananya dan Pihu jadi menyukai benda itu, sementara itu Raman memanggil Neelu, namun Neelu pun tidak ada 

“Raman, yang lain pada pergi kemana ?”, “Ada, mereka ada disana” Raman menimpali pertanyaan Vidyut “Mungkin Ishita pergi membeli obat” sela tuan Bhalla, kemudian Vidyut ngobrol dengan mereka “Sampai sekarang aku belum bertemu dengan bibi” ujar Vidyut, Adi dan Romi lalu membawakan air dan biskuit “Jangan taruh nampannya diatas kepala Vidyut, mereka hanya gugup saja, mau minum apa ?” ujar Raman “Aku minta air saja” sahut Vidyut, 

Nyonya Bhalla datang dengan penampilannya yang cool, Raman dan semua orang menatapnya dengan perasaan heran, kemudian nyonya Bhalla mengambil bunga yang dibawa Vidyut dan duduk diantara Raman dan Vidyut “Aku ini ibunya Raman” Vidyut memberikan salam pada nyonya Bhalla, nyonya Bhalla lalu memegang tangan Vidyut dan bicara dengan bahasa inggris “Aku ini masih muda, pernikahanku terjadi ketika aku masih muda, aku senang bisa duduk sama orang tampan seperti kamu” Raman berusaha menghentikan ibunya, 

Namun tiba tiba Simmi, Mihika dan Aaliya datang kesana dengan pakaian yang cool juga, mereka semua memberikan salam ke Vidyut “Tolong siapkan makanan untuk tuan Vidyut” pinta tuan Bhalla, nyonya Bhalla langsung menyuapi biskuit ke Vidyut “Suamiku, tolong ambilkan makanannya” ujar nyonya Bhalla dalam bahasa inggris, Romi menjelaskan apa artinya yang diucapkan oleh ibunya pada ayahnya “Terima kasih, aku tidak suka gorengan”, “Jelas terlihat, dia ini sangat sehat” sela Aaliya, 

Saat itu Ishita datang, Simmi membuka suara “Aku Simmi, aku juga tidak makan makanan yang digoreng, kamu ini seorang olahragawan kan ? Kamu ini sangat ,,, maksudku aku sedang diet makanan, aku akan mengambilkannya buat kamu” ujar Simmi “Kamu mau makan apa ? Teh hijau, teh masala ?” tanya Mihika “Kopi !” Raman lalu meminta Mihika untuk membuatkan kopi, Mihika pun pergi ke dapur, para perempuan yang lain berusaha mengesankan Vidyut, Raman merasa heran 

“Ada apa ini ? Apa yang terjadi ? Kenapa ibu jadi ngomong pake bahasa seperti itu ? Tapi tidak terdengar seperti bahasa inggris” ujar Raman heran “Mereka yang mengajakku dan menyiapkan aku, Vidyut ini sangat tampan dan pantas mendapatkan perhatian dari kami” ujar nyonya Bhalla yang kemudian menyiapkan makanan ringan untuk Vidyut, Mihika datang kesana sambil membawa kopi, Raman hanya bisa terdiam melihat sikap keluarganya yang aneh SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 3 episode 994 by. Sally Diandra

Bagikan :