SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 3 episode 992 “PRIA MISTERIUS SIMMI” by. Sally Diandra | Sinopsis Mohabattein Antv

SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 3 episode 992 “PRIA MISTERIUS SIMMI” by. Sally Diandra

Loading...
SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 3 episode 992 “PRIA MISTERIUS SIMMI” by. Sally Diandra Ishita memberitahu Raman kalau ibunya sedang menangis “Ibu sedang menangis pilu gara gara kamu berteriak kearahnya”, “Iyaa, aku telah melakukan kesalahan, Ishita” sahut Raman sedih “Ya sudah kamu temui saja dia dan minta maaf padanya”, “Aku tidak mau menurut pada istriku, ibu yang mengajarkan aku tentang hal ini” sahut Raman lagi “Anak tetap anak, sedangkan menantu selalu menantu, apapun itu, apalagi kamu sudah berteriak padanya, pergilah sana dan minta maaflah padanya” ujar Ishita sambil pura pura cemas “Baiklah, lain kali, kalau kamu melakukan hal ini, aku akan berteriak lagi”, “Hal itu tidak akan terjadi, sudah pergilah sana dan bicara padanya” Ishita berusaha meyakinkan Raman 

“Tapi ayah tidak setuju, bahkan mungkin ibu juga” Raman kemudian berlalu dari sana, Ishita tersenyum dan bergegas kesana untuk mengintip melihatnya, saat itu Raman meihat ibunya sedang menangis “Ibu, sudah ,,, jangan menangis”, “Apa aku harus melompat lompat bahagia ketika anakku berteriak kearahku ? Kamu sudah menghina ibumu ini di depan istrimu” saat itu Ishita datang kesana sambil memperhatikan mereka dari kejauhan “Apa ibu pikir aku bisa berteriak kearah ibu, aku tadi hanya pura pura saja, Ishita telah membantuku dalam mendapatkan Pihu kembali jadi aku harus menghargainya, ibu adalah ibuku, sedangkan Ishita itu istriku, aku telah tinggal tanpa ibu selama setahun”, “Sungguh ? Tapi begitu melihat kamu, Ishita pasti juga akan berteriak kearah ibu nanti” rajuk nyonya Bhalla 

“Tenang, ibu ,,, aku akan memegang rambut kepangnya dan menggeretnya kerumah ayah mertua” Ishita langsung menyela “Apa ? Jadi kamu mau mengusir aku keluar dari rumah ini demi ibu mertua ?”, “Tidak, apa kamu sudah gila ?” kali ini nyonya Bhalla menyela “Jadi maksudmu kamu akan menyuruh aku pergi dari sini ?”, “Kapan aku bilang begitu ?” Raman jadi bingung dan semakin tidak mengerti “Ini sudah keterlaluan, kamu baru saja bilang begitu, tidak ada cinta sejati untuk ibu dan aku” nyonya Bhalla langsung menangis begitu mendengar ucapan Ishita, Raman hanya menatap keduanya dengan perasaan bingung, Ishita dan nyonya Bhalla tiba tiba tertawa terbahak bahak dan berkata 

“Kami sudah mengerjai kamu, Raman”, “Aku tadi sudah benar be nar khawatir, ada masalah apa dengan ibu ?” nyonya Bhalla segera menarik telinga Raman dengan keras “Maafkan aku, ibu ,,, aku tidak akan pernah berteriak kearah kalian berdua”, “Buat aku atau siapapun, kamu juga tidak akan pernah berteriak kearah ibu” Raman akhirnya berjanji, 

Nyonya Bhalla lalu memberikan restunya pada Raman “Ibu, ayah apa masih marah dan kesal padaku ?”, “Ibu tahu kalau ayahmu itu masih butuh waktu untuk menerima semua ini tapi dia tahu kalau kalian berdua melakukan hal ini untuk mendapakan Pihu kembali, dia sangat senang begitu melihat Pihu” sahut nyonya Bhalla Adi akhirnya sampai dirumah lagi bersama Pihu, 

Saat itu Adi sedang mengambil tas Pihu dan mengira kalau Pihu sudah naik ke atas tapi ternyata dilihatnya Pihu sedang duduk disana sambil menangis “Pihu, kenapa kamu menangis ?”, “Aku sudah melukai perasaan mama tapi aku harus tinggal bersama ayah dan ibu Ishi, kak Ruhi bilang kalau ibu Ishi telah melakukan banyak hal untukku, aku ingin memberikannya sebuah kesempatan” ujar Pihu sambil menangis 

“Apa aku bersikap tidak adil pada mama ? Ketika mama bilang sama paman Vidyut kalau aku bukan putrinya, aku marah tapi kemudian ketika mama menciumku, kemarahanku langsung lenyap begitu saja dan hari ini aku telah sangat menyakiti peraaannya, kalau aku melukai perasaan ibu Ishi, apakah dia juga akan sedih ?” Adi menggeleng “Tidak, Pihu” Adi lalu memeluk Pihu sambil menghiburnya “Pihu, kamu tidak melukai perasaan siapapun, semua orang menyayangi kamu, jadi kamu jangan khawatir, kakak akan membuat semuanya menjadi baik, sekarang tersenyumlah” ujar Adi sambil menggelitik perut Pihu, Pihu tertawa kegelian kemudian Adi memeluk adiknya ini 

Sementara itu Romi sedang sangat marah “Ini hanya perkara sepele belaka dan mereka membuatnya menjadi sebuah sensasi yang menghebohkan”, “Memangnya ada apa, Romi ?” sela Simmi yang merasa heran dengan sikap Romi yang marah marah “Semua orang mengirimkan sms padaku tentang kak Ishita dan Vidyut, bagaimana bisa mereka mengecap pribadi kak Ishita ? Mereka itu tidak mengenalnya !” Simmi berusaha menghibur adik bungsunya ini, 

Saat itu Mihika juga baru pulang dari kelas yoganya dan memberitahu mereka kalau semua orang telah berasumsi salah dan membicarakan soal hubungan Ishita dan Vidyut “Mereka itu benar benar telah merusak moodku”, “Lihat kan, kak ? Itulah kenapa aku marah, aku ini tidak gila !” Romi menimpali ucapan Mihika “Aku tahu, bahkan ibu dan bibi Iyer tidak berani keluar rumah, mereka berdua juga sangat setres, kenapa orang orang itu merusak mood mereka”, 

“Untung saja kak Raman dan Ishita pulang kerumah dan hal ini ,,,” Simmi menyela ucapan Mihika “Kita bisa melakukan sesuatu untuk meringankan mood semua orang” Mihika lalu memberikan ide tentang ice cream “Benar sekali, kita sudah sangat lama sekali tidak merayakan sesuatu, Romi ambil mobilnya, aku akan ganti baju dan menyusul nanti”, “Aku juga akan menyiapkan Ananya, karena dia harus pergi ke pesta ulang tahun temannya” sahut Simmi 

Raman sampai di kantor “Raman, Ishita sudah mengatakan semuanya padamu tentang apa yang terjadi dirumah sejak setahun yang lalu, nah sekarang giliranku yang akan memberitahu kamu tentang keadaan kantor”, “Aku baru saja datang, jangan katakan sekarang, Mihir” sahut Raman “Baiklah, aku juga mau pergi, aku akan mengambil berkas berkasnya” sela Mihir, 

Kemudian Raman menelfon Vidyut “Vidyut, kamu ada dimana ? Berita ini telah menjadi badai dalam kehidupanku dan Ishita”, “Maafkan aku, Raman ,,, aku sudah melihatnya, hal ini sudah biasa buatku, selalu ada gosip baru setiap hari, menjadi seorang selebriti itu sebuah kutukan” sahut Vidyut di ujung sana “Vidyut, yang serius, dimana kamu ?”, “Aku sudah ada di Delhi sekarang” ujar Vidyut “Kalau begitu datanglah kerumah”, “Waah, nanti keluargamu akan menghajarku, Raman” Vidyut mulai menggoda Raman “Aku akan mengurusnya, tenang saja, datanglah kerumah untuk makan malam, mereka akan tahu kalau kamu adalah orang yang sangat baik, percayalah padaku” Vidyut akhirnya setuju dengan undangan Raman 

Simmi sudah selesai mendandani Ananya, Ananya berterima kasih padanya, Pihu memperhatikan mereka “Ya sudah, Ananya ,,, sekarang selesaikan dulu PR - mu, Ananya ,,, Pihu ,,, sini, bibi akan mendadani rambutmu”, “Aku tidak mau” sahut Pihu “Ayoo sini, Pihu ,,, nenek akan mendadani rambutmu” sela nyonya Bhalla, namun Pihu tetap tidak mau dan bergegas mengambil sisir dan minyak rambut kemudian berlari kearah Ishita 

“Ibu, Ananya dan aku akan pergi ke pesta ulang tahun, aku sudah siap, apa semuanya sudah bagus ?” Ishita tersenyum melihat putri kecilnya ini “Kamu ingin ibu mendadani rambutmu kan ? Kenapa tidak ? Kamu ini sudah cantik, kalau ibu mendadani rambutmu dengan baik maka kamu pasti akan terlihat lebih cantik daripada temanmu yang berulang tahun” Ishita memuji Pihu dan mulai mendadani rambutnya sambil bercerita tentang kisah masa kecilnya dulu ketika Amma biasanya memberikan minyak rambut pada rambutnya 

“Karena nenek Iyer selalu memberikan minyak yang sangat banyak pada rambut ibu, ibu lalu pergi dan memotong rambut ibu, nenek Iyer jadi marah dan tidak ada seorangpun yang mau bicara dengan ibu”, “Jadi nenek Iyer memarahi ibu ?” tanya Pihu “Tidak, tapi nenek Iyer ternyata memotong rambutnya juga, ibu sangat kaget, nenek bilang kalau ibu bisa mengejutkan nenek, maka nenek juga bisa memberikan kejutan yang lebih pada ibu, lalu nenek kembali memberikan minyak rambut ke rambut ibu yang pendek” Pihu masih mendengarkan cerita Ishita “Nenek Iyer itu memang terlalu berlebihan, tapi semua ibu memang seperti itu untuk membuktikan maksud mereka” Pihu tersenyum mendengarnya, 

Ishita kemudian membuat kepang rambut Pihu “Ibu Ishi, apa ibu akan meninggalkan aku ?”, “Tentu saja tidak sayang, kenapa ?” Ishita merasa heran “Mama bilang kalau ibu telah meninggalkan aku sebelumnya dan sekarang mama juga meninggalkan aku, apa ibu juga akan meninggalkan aku ?”, “Ibu tidak pernah meninggalkan kamu lagi sayang, maafkan ibu atas apa yang telah terjadi sebelumnya” ujar Ishita sambil memikirkan Pihu “Sekarang kamu bisa pergi dan tidak usah khawatir, oke ?” Pihu bergegas pergi meninggalkan Ishita, 

Ishita merasa cemas dengan kondisi Pihu “Rupanya Pihu merasa dirinya tidak aman, kami tidak boleh membiarkan hal yang salah terjadi padanya” gumam Ishita Ishita sedang bicara dengan Aaliya dan tertawa bersamanya “Ibu, saat itu Adi sedang sibuk menelfon, tadi aku tidak tahu dengan siapa dia bicara, lalu aku baru tahu kalau Adi sedang ngobrol dengan Ruhi, aku merasa tidak aman waktu itu, karena Adi telah mengabaikan aku, aku kira ada orang lain”, “Iyaa perasaan tidak aman memang pasti ada” 

Saat itu mereka mendengar Simmi sedang sibuk dengan telfonnya “Kamu itu tidak usah merasa kasihan padaku dan berfikir kalau aku ini lemah, meskipun aku ini seorang orang tua tunggal” Ishita tersenyum melihat ke arah Simmi sambil berkata “Rasanya menyenangkan melihat Simmi begitu percaya diri dan bahagia” sementara itu Aaliya merasa khawatir tentang pria misterius yang mengirimkan hadiah pada Simmi, Ishita bergegas membantu Simmi, Simmi meminta Ishita untuk membantunya dalam memasak, sedangkan Aaliya berfikir untuk bertanya pada penjaga gedung dulu, baru kemudian menceritakannya pada Ishita, 

Saat itu ada kurir yang datang dan membawa sebuket bunga untuk Simmi, Aaliya langsung mencegat orang itu dan bertanya “Siapa yang memberikan bunga ini ? Katakan padaku ! Kalau tidak aku akan melaporkannya ke polisi” bentak Aaliya, dari kejauhan Ishita memanggil manggil Aaliya sambil berfikir “Kenapa Aaliya pergi begitu saja tanpa pamit dulu ?” gumam Ishita heran, pria pengantar kurir yang dicegat Aaliya tadi langsung lari secepat kilat menghindar dari Aaliya, 

Aaliya segera mengejarnya dan berteriak lantang “Haii kenapa kamu lari ?” Aaliya segera mencatat nomer kendaraannya “Sepertinya ada yang tidak beres disini” gumam Aaliya penasaran, sementara itu kurir tadi sudah sampai di tempat pria misterius “Aku tidak akan pergi kesana lagi, tuan ,,, gadis tadi nyaris menangkapku” ujar si kurir, pria misterius itu langsung menyuapnya lagi, akhirnya si kurir setuju untuk mengantar kirimannya lagi SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 3 episode 993  by. Sally Diandra

Bagikan :