SINOPSIS MOHABBATEIN episode 480 “ADI DI SKORS” by. Sally Diandra

SINOPSIS MOHABBATEIN episode 480 “ADI DI SKORS” by. Sally Diandra Di sekolah, Raman datang kesekolah menemui kepala sekolah “Tuan Raman, bagaimana anda bisa sangat tenang menghadapi permasalahan yang serius seperti ini ? Kali ini tuduhan seperti ini, tidak bisa dianggap enteng jadi kami harus menskors Adi” Raman sangat kaget begitu mendengarnya, sementara itu Vandu meminta Bala untuk mengganti nama bayinya hari ini juga “Vandu, aku sedang sibuk dan aku juga ingin menghabiskan waktuku dengan putri kecilku ini, nanti aku harus mengajar jadi aku akan mengurusnya besok” ujar Bala, Vandu mulai mendebat ucapan Bala “Kalau begitu biar aku saja yang pergi ke pengadilan !”, “Jangan, Vandu ,,, lebih baik kamu istirahat saja sementara bayimu tidur” hibur Bala “Aku harus mengerjakan pekerjaannya Shravan, aku akan mengurusnya karena ayah si bayi tidak peduli pada namanya Raman Bhalla”, “Pekerjaan ini bisa dikerjakan nanti, Vandu” saat itu Ishita datang kesana dan memperhatikan mereka 


“Aku ada waktu, biar aku saja yang pergi kesana” Bala merasa senang mendengar ucapan Ishita “Sungguh ? Nah masalah sudah terpecahkan”, “Kamu memang tidak punya waktu untuk bayi kita” Vandu mulai merajuk “Aku akan meminta Mihika mengurusi bayi kita, kamu istirahat saja” hibur Bala “Lalu siapa nama bayinya ?” sela Ishita, Bala dan Vandu mempunyai pilihan nama yang berbeda dan mereka berdua kembali bertengkar soal nama bayi “Namanya Shitija” ujar Vandu “Jangan, tapi Shirija !” sahut Bala, melihat mereka berdua kembali bertengkar, Ishita hanya bisa geleng geleng kepala dan berkata “Raman harus bertanggung jawab untuk semua ini, dialah yang menciptakan masalah ini, jadi seharusnya Raman yang pergi ke pengadilan untuk menyelesaikan semuanya ini” ujar Ishita  geram

Di sekolah, Raman berkata pada kepala sekolah Adi kalau hidup Adi akan hancur berantakan “Anda tidak melakukan tindakan apapun ketika Adi menghadapi kasus kecelakaan mobil, kali ini dia tertangkap sedang menonton film orang dewasa dengan seorang anak perempuan, tuan Jhakad sudah memperingati kita kalau dia akan membawa masalah ini ke media”, “Berikan putraku kesempatan, bu kepala sekolah” pinta Raman penuh harap “Aku akan mengadakan pertemuan dewan sekolah, anda bisa menunggu, tuan Raman ,,, kami akan memutuskannya sekarang” ujar ibu kepala sekolah kemudian berlalu dari sana, Raman sangat khawatir dan berkata “Ishita benar tentang Jhakad, aku tidak akan mengampuni dia” ujar Raman geram 

Di rumah keluarga Bhalla, Ishita memberitahu nyonya Bhalla kalau dirinya akan pergi ke pengadilan untuk mengubah nama bayinya Vandu, dilihatnya saat itu nyonya Bhalla sedang menangis “Ibu, ada masalah apa ?”, “Ishita, aku khawatir tentang Romi, aku tadi melihatnya sedang bersedih ketika dia melihat bayinya Vandu, Romiku tidak bisa merasakan bagaimana rasanya menjadi bapak, hatiku menangis melihat matanya yang basah” Ishita mencoba menghibur ibu mertuanya “Ishita, kami baru tahu kalau ada orang lain yang mencari Sarika juga”, “Siapa dia, ibu ?” dalam hati nyonya Bhalla berfikir “Ishita pasti akan mengatakan pada Abhishek kalau aku mengatakan padanya, lebih baik aku sembunyikan saja” bathin nyonya Bhalla “Aku hanya ingin Romi bahagia”, “Ibu, aku yakin kalau dia pasti akan bahagia, kita akan segera mendapatkan Sarika” hibur Ishita “Meskipun aku juga berdoa hal yang sama tapi aku merasa lebih ringan setelah bicara denganmu” ujar nyonya Bhalla 

Bala menemui Ishita dan memintanya untuk menulis nama bayinya adalah Shirija “Aku akan meyakinkan Vandu”, “Tapi, kak ,,, kak Vandu nanti akan marah, dia maunya kan Shitija” ujar Ishita bingung “Aku akan bicara dengannya”, “Kalian berdua ini membuat aku terjepit” Ishita merasa kesal, sementara itu Abhishek bergumam pada dirinya sendiri “Sarika rupanya bersembunyi dari Romi tapi kemana dia bersembunyi ? Bagaimana caranya menemukannya ? Mungkin aku bisa mendapatkan informasi tentang Romi untuk mengetahui ada apa hubungan diantara mereka” ujar Abhishek heran “Tapi siapa yang akan mengatakannya padaku ? Keluarganya pasti tidak akan mengatakannya, temannya pasti bisa mengatakannya padaku” Abhishek kemudian menelfon rumah keluarga Bhalla, Abhishek bertanya tentang Romi 

“Dia sedang tidak ada dirumah, cobalah menelfon ke nomer handphonenya”, “Aku sudah mencobanya, tapi tidak bisa, mungkin ada temannya yang bisa aku hubungi, yang bisa menolongku dalam hal properti, aku sedang mencari sebuah rumah” ujar Abhishek menimpali ucapan Simmi “Mungkin Bunty bisa, aku akan memberikan nomernya” ujar Simmi polos, saat itu nyonya Bhalla datang dan langsung mematikan telfonnya sambil berkata “Lain kali jangan berikan informasi apapun ke Abhishek !” ujar nyonya Bhalla, ditempat Abhishek, Abhishek berkata “Paling tidak aku sudah tahu namanya, mereka bisa memberikan info apapun” gumam Abhishek 

Vandu memukul Bala dengan tongkat sapu, Bala lalu menyadari kalau hal itu hanya khayalan belaka dan merasa khawatir “Jika Ishita setuju dengan saranku dan mendaftarkan nama seperti yang aku katakan maka Vandu psti akan memukul aku, aku harus pergi dan mencegah Ishita” gumam Bala pada dirinya sendiri, Vandu mengahmpirinya dan bertanya “Ada apa, Bala ?”, “Tidak ada apa apa, aku akan pergi dulu” Bala kemudian berlalu dari sana 

Di pengadilan, Ishita akhirnya sudah sampai disana untuk mengubah nama bayinya Vandu, saat itu Sarika juga ada disana, Sarika memberitahu Ishita kalau dirinya harus menyerahkan formulir, lalu Sarika memberikan nomer antriannya ke Ishita, kemudian Sarika menelfon seseorang dan pergi dari sana, Ishita berterima kasih padanya tapi tidak melihat wajah Sarika, kemudian Ishita mengubah nama si bayi, sementara itu Raman menghadiri pertemuan dewan sekolah dan mereka memutuskan untuk menskors Adi, Raman mencoba membela Adi “Adi baru saja mengalami trauma dan terapinya masih berjalan sampai saat ini”, “Tapi ini bukan masalah yang sepele, tuan Raman ,,, kami akan menskors Adi” ujar dewan sekolah “Kalian semua membuat pendidikan menjadi sebuah bisnis, aku akan memberikan pelajaran pada kalian semua !” ujar Raman dengan perasaan marah 

Di pengadilan, Ishita merasa perempuan yang memberikan nomer antriannya untuknya telah kehilangan kesempatan untuk mengurus urusannya dipengadilan, Bala sudah sampai dipengadilan dan meminta Ishita untuk menggunakan nama yang disarankan oleh Vandu “Kakak, aku sudah mengisi formulirnya, aku tidak akan melakukan apa apa lagi sekarang”, “Apakah kamu benar benar sudah menyerahkannya ? Aku akan meminta pada mereka dan melakukan koreksi lagi” ujar Bala “Baiklah, lakukan sesukamu, kakak” ujar Ishita sambil mengangkat telfon dari Raman, Ishita sangat kaget begitu mengetahui kalau Adi itu diskors 

“Baiklah, aku akan datang, Raman” ujar Ishita, sementara itu Bala masuk ke dalam antrian, saat itu Bala berdiri dekat dengan Sarika tapi Bala tidak melihatnya, Sarika lalu pergi dari sana, Bala meminta formulirnya untuk mengubah nama bayinya, saat itu Bala melihat formulirnya Sarika dan mulai membacanya, nama ibu Sarika Bhalla dan nama ayah Romi Bhalla, Bala merasa heran “Formulirnya siapa ini ?” salah seorang pria menyahut pertanyaan Bala “Perempuan itu yang mengisi formulir ini” Bala segera berlari ke arah Sarika namun saat itu Sarika sudah pergi menggunakan bajaj “Itu berarti bayinya Romi juga sudah lahir dan namanya Rohit Bhalla” ujar Bala 

Ishita mendatangi pertemuan dewan sekolah dan membela Adi di depan Jhakad “Apakah kalian tidak pernah melakukan kesalahan di masa kecil dulu ? Apakah sekolah kalian menskor kalian semua ? Kadang kadang anak anak tidak tahu tentang kesalahan mereka dan baru menyadarinya kemudian, kita bisa menjelaskan pada mereka” bela Ishita “Tidak usah memberikan ceramah pada kami !”, “Kamu sendiri telah mempengaruhi mereka, bagaimana dengan putrimu sendiri ? Dia juga bertanggung jawab dalam kesalahannya ini tapi aku tidak meminta kalian semua untuk menghukumnya, dimana persamaannya ? Putraku akan mengalami trauma dan bisa menjadi seorang penjahat juga karena keputusan kalian yang salah !” ujar Ishita kesal “Apa yang putramu lakukan dengan melihat kemesraan ayahnya dengan istri keduanya, apa yang dia pelajari dari kalian ?” sindir Jhakad 

“Aku tidak akan mengampuni kamu, apa yang kamu tahu tentang keluargaku ? Apa yang Ashok katakan padamu ? Sampai hari ini aku masih membiarkan kalian” bentak Raman, dewan sekolah meminta mereka berhenti bertengkar “Kepala sekolah akan melakukan apa yang sudah kami putuskan”, “Bagaimana bisa kalian melakukan hal ini dan menghancurkan kehidupan seorang anak ?” ujar Ishita, Adi menangis mendengar pembicaraan anak anak yang sedang membicarakan tentang perintah skorsingnya, Shravan lalu menghampirinya dan berkata “Mereka itu salah kalau mereka sampai menahan kamu” Vinni saat itu juga mendengarnya dan merasa sedih, Adi kemudian menemui kepala sekolah dan kepala sekolah segera menskors Adi, Vinni bergegas menemui kepala sekolah dan berkata “Aku harus mengatakan yang sebenarnya”, “Vinni, pergi kamu dari sini !” bentak Jhakad “Aku harus bilang ke ibu kepala sekolah, ayah ! ibu kepala sekolah, ibu juga harus menskors aku juga !” ujar Vinni lantang, semuanya kaget melihat kearah Vinni SINOPSIS MOHABBATEIN episode 480 by. Sally Diandra
Bagikan :
Back To Top