SINOPSIS MAHAPUTRA episode 271 part. 1 (03 September 2014)

SINOPSIS MAHAPUTRA episode 271 part. 1 (03 September 2014) by. Sally Diandra Di kerajaan Bijolia, acara pesta pertunangan Pratap dan Phool sudah dimulai, Ratu Bhatyani membuka dupatta yang menutupi wajah calon pengantin perempuan dengan senyum bahagia, Ratu Bhatyani mengira kalau pengantin perempuan itu adalah Phool namun semua orang langsung terkejut begitu melihat bahwa calon pengantin perempuan itu ternyata adalah Ajabde bukan Phool, Raja Maldev Singh sangat marah “Apa apaan ini ? pertunangan itu untuk Phool dan Pratap ! Kenapa Ajabde yang datang ?” Ajabde hanya terdiam dengan wajah yang gelisah, Ratu Uma Devi juga tidak terima hal ini dan menyebutnya sebagai sebuah penghinaan “Kami tidak akan menanggungnya dalam kondisi apapun ! Kalian telah membuat lelucon pada kami !” timpal Ratu Uma Devi, Raja Maldev Singh meminta penjelasan tentang hal ini, Raja Udai Singh juga bertanya pada Pratap tentang hal yang sama, bahkan kedua orang tua Ajabde tidak tahu apa apa mengenai hal ini, mereka bertanya juga pada Pratap dan Ajabde tentang hal itu. 

Pratap langsung berdiri dan berkata “Tenang ! Tenang semuanya ! Aku akan menjelaskannya, aku tidak ingin menghina siapa pun dan bahkan tidak memimpikannya, tetapi kenyataannya adalah ada seseorang yang sedang berusaha untuk menipu kita, seseorang di sini berencana di belakang kita sehingga aku tidak bisa menikahi Ajabde” Ratu Uma Devi teringat bagaimana dia menyimpan kundli / horoskop palsu di kamar Ajabde, Pratap berterimakasih pada Chakrapani atas bantuannya, Ratu Uma Devi mulai terbatuk batuk sedangkan Ratu Bhatyani menatap nanar ke arah kakaknya itu, sementara Raja Udai Singh semakin bingung “Aku telah siap untuk bertunangan dengan Phool sesuai keputusanmu, ayah ,,, aku siap untuk itu tapi ketika Chakrapani datang menemuiku dan mengatakan sesuatu padaku, pandanganku mulai berubah” Pratap teringat ketika Chakrapani menemuinya dan berkata “Pangeran Pratap, kundli ini telah dimanipulasi, kundli ini palsu !” Chakrapani kemudian menunjukkan rincian yang sebenarnya tentang kundli Ajabde “Siapa pun yang telah melakukannya telah lupa untuk mengubah fakta-fakta seperti tanggal lahir, tempat lahir dan waktu, waktu lahir harus diubah atau semuanya akan berakhir, ketika aku berpikir tentang hal itu maka aku membuat sebuah kundli yang baru dan melihat perbedaannya, jika kamu menunjukkan kundli Ajabde pada pendeta maka dia akan memberitahumu kalau semua 36 Gunas yang ada di antara kalian berdua itu cocok !” 

Pratap sangat berterima kasih pada Chakrapani karena telah menceritakan kebenarannya, semua orang kaget, Pratap melanjutkan penjelasannya pada semua orang “Kemudian aku menemui Ajabde dan Phool, aku menceritakan semuanya pada mereka” Pratap teringat kembali ketika dirinya menemui Ajabde dan Phool, saat itu Ajabde menentangnya tapi Phool mengingatkan padanya bahwa dia melakukan itu untuk mereka “Sekarang setelah semua Gunas telah cocok diantara kalian berdua maka aku tidak akan bertunangan dengan pangeran Pratap, aku akan keluar untuk mengatakan kebenaran kepada semua orang” namun Ajabde segera menghentikan Phool tapi Phool tetap bersikeras “Kundli palsu itu ditemukan di kamar mu, Ajabde ,,, semua orang akan ragu padamu bahwa kamu melakukan itu semua dengan sengaja, aku tidak menginginkan hal itu” ujar Phool, Pratap mengatakan kepada semua orang yang hadir diacara pertunangannya “Akulah yang membuat rencana ini”, “Itu benar !” tiba tiba Phool datang dan menemui mereka semua sambil menambahkan “Akulah yang menaruh Ajabde untuk datang di tempatku untuk melaksanakan rencana kami” ujar Phool, 

Ratu Uma Devi pura pura marah pada mereka karena mereka telah menyembunyikan hal ini, Ajabde yang tadinya hanya terdiam akhirnya buka suara “Aku tidak ingin mempunyai masalah dengan siapapun” ujar Ajabde Raja Udai Singh sangat sedih dan terkejut ketika anak-anaknya menyembunyikan semua ini dari mereka “Ada seseorang di sini yang mencoba mempermainkan nasib Pratap dan Ajabde !” ujar Raja Udai Singh lantang “Rana Ji, yang lalu biarlah berlalu, sekarang kita memikirkan tentang apa yang harus kita lakukan selanjutnya” sela Ratu Bhatyani “Tidak Choti Ma !” Pratap tetap ingin tahu siapa orangnya yang mencoba untuk membuat masalah ini “Apakah kamu meragukan seseorang, pangeran Pratap ? Tidak ada orang luar di sini, siapa yang akan melakukan hal seperti itu?” Ajabde melirik kearah Ratu Bhatyani dan teringat bagaimana dia dan Uma Devi telah berbohong padanya sebelumnya “Semua orang di sini senang dengan Ajabde, lalu siapa yang akan melakukan hal seperti itu ?” Ratu Bhatyani pura pura tidak tahu menahu soal ini 

Raja Maldev Singh merasa mereka curiga padanya “Apakah kamu meragukan diriku ? aku datang ke sini bukan untuk merencanakan sesuatu ! aku merasa bahwa Mewar memang tidak ingin mengubah hal-hal demi kebaikan, setiap kali aku mengulurkan tanganku, beberapa skenario yang lain muncul merubah hubungan kita”, “Cukup, Maharana Maldev Singh !” Raja Udai Singh memberitahunya untuk berhenti karena mereka berdua merasa terhina, sementara Raja Maldev Singh merasa bahwa mereka sangat cerdik dengan menempatkan pikiran Phool kalau Phool harus mengorbankan keinginannya atau impiannya untuk menunjukkan dukungannya “Phool jatuh ke dalam perangkap kalian karena dia itu terlalu lugu, kenapa dia harus melakukannya ? Mengapa putri seorang Samant tidak melakukannya ?”, “Kakek, hentikan !” Phool tidak suka dengan ucapan kakeknya, 

Raja Udai singh juga marah, Phool meminta maaf dan meminta untuk membiarkan dia bicara “Kakek, aku telah mengatakannya kepadamu kalau Ajabde dan pangeran Pratap di ciptakan untuk satu sama lain, bahkan takdir telah merencanakan hal yang sama untuk mereka” namun lagi lagi Raja Maldev Singh tidak siap untuk menerimanya “Tapi kakek merasa kalau kamulah yang di ciptakan untuk Pratap ! masalahnya di sini adalah bahwa kita akan menjadi seorang raja atau seseorang yang tidak cukup matang dan siap untuk mengubah keputusan mereka berdasarkan perasaan suka atau tidak suka mereka, hal-hal ini sangat membantu para perempuan, bukan kita, aku benar-benar ingin membuat hal-hal yang baik antara Mewar dan Marwar, kamu juga harus bertindak seperti pria sejati, kamu harus menerima pernikahan Phool dengan pangeran Pratap, lalu mengapa harus menundanya ?” ujar Raja Maldev Singh lantang 

Ratu Jaiwanta yang sedari tadi hanya terdiam, mulai buka suara “Untuk mengurus perasaan seseorang atau untuk memutuskan dengan siapa kita ingin hidup adalah memang ciri khas seorang wanita maka kamu pasti menyalahkan kami para perempuan, tapi sebagai seorang ibu dan Maharani dari Mewar, aku tidak ingin menyakiti ketiga anak ini dengan perasaan mereka, aku tidak ingin mengorbankan semuanya untuk politik ! Ajabde dan Pratap ingin menikah satu sama lain, kita tidak boleh lupa bahwa Phool menginginkan hal yang sama, kami tidak akan membiarkan seseorang menghambat hal itu, ketika ketiga anak telah memutuskan maka siapapun dapat mencoba apapun yang mereka inginkan tapi itu tidak akan terjadi pada akhirnya” Raja Udai Singh juga menambahkan kalau pengalaman dan norma norma telah mengajarkan padanya bahwa pria sejati menghargai pikiran dan perspektif wanita “Wanita berpikir dari hati, mereka menggunakan perasaan dan emosi, aku merasa sedih karena harus memberitahumu kalau aku setuju dengan Maharani Jaiwanta” 

Raja Maldev Singh memutuskan untuk pergi dari sana “Maharani Uma Devi dan kamu Phool, kita pulang sekarang juga !” namun Phool menolak perintah kakeknya “Tidak kakek ! Aku tidak mau pulang ! aku akan pulang setelah pernikahan ini terjadi, aku datang ke sini hanya untuk itu saja” ujar Phool lantang “Baiklah, kamu bisa memenuhi persahabatanmu tapi sekarang Mewar dan Marwar tidak akan pernah menjadi sahabat !” ujar Raja Maldev Singh kemudian pergi dengan kesal dari ruangan tersebut, Ratu Uma Devi mengikutinya dibelakang, Phool juga pergi dari sana sambil menangis, Ajabde dan Pratap segera mengikuti Phool, Phool berhenti di koridor sambil menangis, Ajabde dan Pratap berdiri dibelakangnya memberikan dukungan untuk Phool, mereka berdua merasa bangga karena Phool sangat kuat SINOPSIS MAHAPUTRA episode 271 part. 2 (03 September 2014) by. Sally Diandra
Bagikan :
Back To Top