SINOPSIS BEINTEHAA episode 123 (17 Juni 2014)

SINOPSIS BEINTEHAA episode 123 (17 Juni 2014) Diruang ICU, Zain membacakan apa yang ditulis Aaliya, diluar, Fahad dan Aaliya telah selesai berdoa, Aaliya bertanya pada Fahad “dimana Zain, Fahad mengatakan “aku juga tidak tahu, Aaliya mengatakan “aku akan mencarinya, lalu dia pergi untuk mencari Zain, tak lama Aaliya melihat kalau Zain sedang berada diruang ICU bersama dengan Usman, melihat itu, Aaliya berdoa untuk keselamatan Usman, pada saat itu, dokter datang, mereka melihat Zain ada disana, Suster yang bersama dengan dokter itu ingin meminta Zain keluar, tapi dokter menghentikannya, kemudian mereka pergi,

Dipagi hari, Zain tertidur dikursi diruang ICU, tiba tiba dia melihat kalau Usman membuka matanya, dia senang melihatnya, pada saat itu, Usman mulai menggeliat kesakitan, Zain memanggil dokter, Dokter datang dan memberikan injeksi pada Usman, kemudian dokter memberitahu pada Zain kalau Usman masih hidup, tapi dengan kerusakan sumsum tulang belakang, dokter juga mengatakan kalau Usman lumpuh, Dokter mengatakan “aku akan membawa Usman ke ruangan lain, kalian bisa melihatnya di sana, semua anggota keluarga terkejut mendengarnya,
 
Setelah Usman dipindahkan ke ruangan lain, semua keluarganya berkumpul di sekelilingnya, Surayya menangis, melihat itu Zain mengatakan “Bu, ku mohon jangan menangis, kita seharusnya berterima kasih pada Tuhan karena ayah telah kembali dengan kita, Tuhan telah memberikan 1% harapan kepada kita, sekarang tugas kita untuk mengubahnya menjadi 100%,

Usman dibawa pulang kerumah dengan kursi roda, dia lumpuh, Surayya sedih melihatnya, dia menunjukkan kancing baju Usman, dia teringat ketika dia membantu Usman memakaikannya, Surayya mengatakan “aku akan menunggu sampai kau memakai ini, Zain mengatakan “aku tidak tahu apakah ayah bisa mendengarkan ku, aku sangat mencintai ayah, Zain teringat akan kata-kata Usman, kemudian Zain berjanji kalau dia tidak akan membiarkan kehidupan berhenti, cucu cucu Usman datang, mereka mengucapkan selamat hari ayah dengan memberikan kartu ucapan buatan tangan mereka, Zain dan Fahad juga mengucapkannya,
mereka menangis, Zain mengatakan “anak-anak selalu meminta kasih saying pada orang tua mereka untuk diberikan, tapi hari ini ayah mengingatkan kami kalau kami sangat mencintai ayah, Surayya mengatakan “mari kita membawa Usman ke kamarnya, Zain meminta Aaliya mendorong kursi Usman, melihat itu Surayya menjadi marah dan mengatakan “gadis ini tidak akan membawa ayahmu, lalu dia meminta Fahad dan Zain untuk membawa Usman ke kamarnya,

Tiba tiba, Ghulam dan Shabana datang, mereka terkejut melihat Usman dalam keadaan lumpuh dan tidak sadar di kursi roda, Zubair dan ibunya juga datang, Zubair mengatakan “ketika aku mendengar tentang kecelakaan paman, aku membawa paman dan bibi kesini, Shabana menyentuh saudaranya dengan terharu, dia menangis, Surayya tidak senang melihat mereka, kemudian dia meminta Fahad untuk membawa Usman dari sana, dia meminta Zain untuk bicara dengan mertuanya, Aaliya mencoba untuk menghibur Shabana, Aaliya mengatakan “kita harus percaya pada Tuhan, Badi Phuphi bertanya pada Zain “Zain, sepertinya Surayya marah pada kami, ada apa?, Zain mengatakan “bukan seperti itu, ibu sedang sedih, kemudian Aaliya meminta mereka untuk beristirahat, dia mengatakan “ Zain akan pergi kantor karena dia harus menangani pekerjaan penting, lalu mereka pergi, Zubair menemui Zain dan Aaliya dan mengatakan “aku tidak memberitahu ibu ku kalau bibi menampar ku, kalian harus berjanji kalau kalian tidak akan menceritakannya
pada ibuku, mereka berdua setuju, Zain melihat luka pada tangan Zubair, Zain bertanya “bagaimana kau bisa terluka?, Zubair mengatakan “tanganku, terjebak saat aku memasuki kereta, kemudian Zain dan Aaliya pergi,

Surayya sedang bersama dengan Usman di kamar mereka, tiba tiba Shaziya datang dan mencoba mempengaruhi Surayya dengan mengatakan “keluarga Shabana memang tidak tahu malu, mereka datang kembali bahkan setelah dihina, Zain malah merawat mereka bukan ayahnya,

Dikamar, Zain menjelaskan pada Aaliya tentang obat-obatan Usman dan pola makannya, Aaliya mengatakan “Zain, kau adalah obat yang sebenarnya, kau harus mengurus paman, Zain terharu mendengarnya, dia menatap Aaliya dan tidur di pangkuannya, Zain bertanya “apakah kau akan selalu dengan ku dan selalu membimbingku, Aaliya mengatakan “bahkan jika kau tidak suka, aku akan selalu berada di sekitar mu,
SINOPSIS BEINTEHAA episode 124
Bagikan :
Back To Top